Sejarah

Sarjana Ilmu Komunikasi

Sejarah
Departemen Ilmu Komunikasi
Universitas Diponegoro

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro memiliki sejarah panjang yang dimulai pada tahun 1967. Pada awal pendiriannya, program studi ini bernama Jurusan Publisitik dan menjadi bagian dari Fakultas Hukum dan Kemasyarakatan Universitas Diponegoro. Seiring dengan perkembangan disiplin ilmu komunikasi, pada tahun 1984 nama Jurusan Publisitik berubah menjadi Jurusan Ilmu Komunikasi.

Pengembangan kurikulum terus dilakukan untuk menjawab perubahan kebutuhan akademik, profesi, dan industri komunikasi. Pada tahun 2007, Jurusan Ilmu Komunikasi menerapkan kurikulum dengan dua konsentrasi, yaitu Komunikasi Strategis dan Jurnalistik. Pada tahun 2020, konsentrasi Jurnalistik dikembangkan menjadi Jurnalisme Multimedia dan Konten Kreatif, sehingga Program Studi Ilmu Komunikasi memiliki dua konsentrasi utama, yaitu Komunikasi Strategis serta Jurnalisme Multimedia dan Konten Kreatif.

Perkembangan tersebut berlanjut dalam Kurikulum 2024. Peminatan Jurnalisme Multimedia dan Konten Kreatif dikembangkan menjadi Komunikasi Multimedia, sebagai respons terhadap perkembangan ekosistem media, teknologi digital, serta perubahan praktik produksi dan distribusi konten komunikasi.

Dalam aspek penjaminan mutu, Program Studi Ilmu Komunikasi secara konsisten memperoleh hasil akreditasi yang sangat baik. Sejak pertama kali diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Program Studi Ilmu Komunikasi memperoleh peringkat akreditasi A. Mengikuti perkembangan kebijakan dan nomenklatur akreditasi nasional, saat ini Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro telah memperoleh peringkat Unggul. Selain akreditasi nasional, Program Studi Ilmu Komunikasi juga telah memperoleh akreditasi internasional sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan dan pengakuan pada tingkat global.

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro juga terus mengembangkan jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga, serta mitra industri di dalam dan luar negeri. Kerja sama dengan perguruan tinggi antara lain dikembangkan melalui program pertukaran mahasiswa, kegiatan akademik bersama, serta pengembangan kurikulum. Sementara itu, kerja sama dengan lembaga dan perusahaan di bidang komunikasi, media, jurnalistik, dan komunikasi strategis diarahkan untuk mendukung pelaksanaan magang, pembelajaran berbasis praktik, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penguatan jejaring karier lulusan.