Semarang, 1-3 Juli 2026 – Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro resmi membuka International Short Course 2026 bertema “Automation and Communication: AI, Creativity, and Media Work” pada Rabu, 1 Juli 2026 secara daring melalui Zoom.
Program internasional ini diikuti oleh 74 peserta dari berbagai negara, yaitu Algeria, Australia, Brunei, India, Indonesia, Italy, Malaysia, Nigeria, Pakistan, the Philippines, Rwanda, dan Sudan. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa, peneliti, aparatur pemerintah, praktisi media dan komunikasi, sektor teknologi, hingga organisasi sosial dan kemanusiaan.

Kegiatan hari pertama diawali dengan Welcoming Speech oleh Ketua Departemen Ilmu Komunikasi, Dr. Agus Naryoso, S.Sos., M.Si. Dalam sesinya, Mas Agus, sapaan akrab beliau (-red), menjelaskan bahwa Short Course ini merupakan salah satu wujud sumbangsih Departemen Ilmu Komunikasi dalam mendukung program internasionalisasi FISIP UNDIP. Kegiatan pun dilanjutkan dengan Opening Ceremony oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.PolAdmin. Dalam pembukaan tersebut, Dekan FISIP UNDIP menegaskan pentingnya penguatan jejaring akademik internasional serta perlunya membaca perkembangan artificial intelligence tidak hanya sebagai isu teknologis, tetapi juga sebagai fenomena sosial, kultural, etis, dan politis.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Session 1 bertajuk “Platform Cultures, Youth Creativity, and the Mainstreaming of AI Aesthetics” yang menghadirkan Professor Crystal Abidin sebagai pembicara. Sesi ini membahas bagaimana budaya platform membentuk kreativitas anak muda, praktik produksi konten digital, serta bagaimana estetika berbasis AI semakin menjadi bagian dari budaya visual arus utama.

Melalui sesi ini, peserta diajak untuk memahami perkembangan AI dalam kaitannya dengan kreativitas, praktik media digital, budaya platform, dan perubahan cara masyarakat memproduksi serta mengonsumsi konten. Diskusi juga menekankan pentingnya melihat AI secara kritis, terutama dalam konteks relasi antara teknologi, ekspresi kreatif, visibilitas digital, dan dinamika sosial kontemporer.
International Short Course 2026 akan berlangsung sepanjang Juli 2026 dengan rangkaian perkuliahan, diskusi, tugas, small group discussion, serta aktivitas pembelajaran mandiri. Peserta diharapkan mengikuti seluruh sesi, aktif berdiskusi, dan menyelesaikan tugas sebagai bagian dari persyaratan penyelesaian program.
Melalui kegiatan ini, Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Diponegoro berkomitmen untuk memperluas ruang pembelajaran lintas negara dan lintas disiplin, sekaligus memperkuat kontribusi akademik dalam memahami transformasi komunikasi, media, kreativitas, dan kerja digital di era automasi dan artificial intelligence.