Budaya kejujuran perlu ditanamkan sejak mahasiswa sehingga akan membentuk karakter lulusan yang tidak terbiasa melakukan kecurangan dan ketidakjujuran.

“Kejujuran menjadi penting untuk mendorong keberhasilan karir dengan memulai membiasakan tidak mencontek saat ujian, serta melakukan plagiasi saat mengerjakan tugas” ungkap Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Fisip Undip, Hapsari Dwiningtyas saat membuka Festival Integritas Kampus (25/9) di Kampus Fisip Undip

Festival Integritas Kampus merupakan hasil kerjasama antara KPK dan Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Undip. Festival integritas kampus ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi FISIP Undip dalam menumbuhkan nilai-nilai integritas dan anti korupsi di lingkungan kampus untuk menanamkan kejujuran pada mahasiswa sedari dini melalui kampanye.

Tyas menyampaikan Festival Integritas Kampus diselenggarakan di Malang, Jogjakarta, dan Semarang. S1 Ilmu Komunikasi Undip mengirimkan dua puluh dua proposal dalam kegiatan ini, dari 10 proposal terpilih 5 proposal yang akan dieksekusi “Kami sangat serius dalam persiapan kegiatan ini. Ini sekaligus bagian dari praktik mata kuliah Manajemen Pemasaran Sosial” tuturnya.

Ada lima proposal kampanye yang akan di eksekusi, salah satunya adalah kampanye perilaku jujur di kalangan mahasiswa dengan tidak mengkorupsi uang dari orangtuanya. Berdasarkan hasil riset mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi FISIP Undip terhadap 163 responden mahasiswa Undip diketahui terdapat 63,8% responden mahasiswa mengaku pernah mengkorupsi uang dari orangtua. “Melalui kampanye pemasaran sosial, akan dikampanyekan perilaku jujur di kalangan mahasiswa dengan tidak mengkorupsi uang dari orangtuanya” tandasnya

Lebih lanjut ia menjelaskan Empat proposal lainnya antara lain kampanye anti  stempel palsu, anti titip absen, anti mark up proposal, dan anti plagiarisme. Seluruh kampanye yang akan dieksekusi diawali dari riset dan data yang akurat. Sehingga bisa diketahui kondisi nyata dan presentase dari perilaku negatif yang ingin dikurangi. Riset juga berfungsi sebagai dasar untuk menetapkan strategi dalam kampanye agar berlangsung secara efektif dan efisien.

Nuriyatul lailiyah selaku campaign supervisor  menuturkan “finalis tidak hanya diharapkan memahami segi praktik semata melainkan juga secara konsep dan nilai, mengingat komposisi juri yang tidak hanya berisi praktisi melainkan juga akademisi, serta kewajiban untuk menyajikan data secara akurat” tambahnya

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh, khususnya ilmu komunikasi, dalam rangka pembangunan integritas dan pemberantasan korupsi di kampus masing-masing. Hasil dari kegiatan berupa produk dan media antikorupsi yang bisa diimplementasikan di lingkungan kampus dan didiseminasikan ke kampus-kampus seluruh Indonesia.

Proyek kampanye ini bagian dari eksekusi matakuliah Manajemen Pemasaran Sosial dimana mengajarkan mahasiswa memasarkan perilaku positif di kalangan masyarakat dalam rangka peningkatan kualitas “Salah satu bentuk keseriusan dari persiapan lomba terlihat dengan diselenggarakannya Bidding Rehearsal, yaitu simulasi presentasi bagi lima finalis dari Undip” jelasnya. Dalam simulasi tersebut kemampuan presentasi finalis digodog dan ditingkatkan guna menghadapi sesi tanya jawab dengan dewan juri yang terdiri dari aktivis, akademisi, dan KPK.

Ia juga menuturkan bahwa dengan adanya kampanye sosial tersebut Undip menjadi kampus yang semakin berintegritas yang ditandai dengan menurunnya perilaku-perilaku yang tidak jujur. “Eksekusi kampanye sosial akan berlangsung di lingkungan Universitas Diponegoro selama Oktober-November 2016. Setelah eksekusi kelima tim akan membuat laporan pertanggungjawaban” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *