Salam Komunikasi!! Halo Comms bagaimana kabarnya? Pasti sebagian besar lagi pada liburan semester nih. Enjoy liburan tapi jangan lupa untuk tetap produktif ya. Di postingan kali ini ada sebuah review dari salah satu event yang baru saja selesai diselenggarakan oleh HMJ Comm nih. Apa event-nya? Bagaimana serunya? Makanya pastikan kamu baca postingan ini sampai selesai ya. Here we go….

Pada tanggal 13-14 Februari kemarin, HMJ Comm bekerjasama dengan Tempo Media Group dan juga Bank Mandiri melaksanakan sebuah workshop yang berjudul “Workshop 2 hari Blog, Internet, dan Sosial Media.” Dari judulnya kita sudah bisa menarik kesimpulan bahwa workshop ini memang dibuat dengan target mahasiswa seperti kita yang sedang terkena demam Social Media dan Internet. Tapi sebenarnya yang ingin dibagi pada workshop ini adalah bagaimana kita memanfaatkan Social Media dan fasilitas internet lain yang kita miliki untuk bisa menghasilkan rupiah. Bisa dibilang kita diajari untuk membuat hobi menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan menghasilkan. Workshop ini dilaksanakan tidak hanya di Semarang tapi juga di 4 kota lainnya yaitu Padang, Bandung, Denpasar, dan Malang.

Dari awal workshop ini dipublikasikan, antusiasme para mahasiswa terlihat begitu tinggi, bukan hanya mahasiswa Undip saja, tetapi banyak juga mahasiswa dari Universitas lain di seputar kota Semarang yang berminat untuk bergabung dalam workshop ini. Itu karena tema yang diberikan benar-benar dekat dengan keseharian mereka sebagai anak muda yang tidak pernah terpisah dari dunia digital. Antusiasme ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar yang mencapai 180 orang. Selain karena tema yang begitu akrab dengan mereka, iming-iming fasilitas yang diberikan juga menjadi salah satu faktor penarik peserta. Bank Mandiri dan Tempo sebagai pihak penyelenggara tidak main-main dalam memberikan fasilitas di workshop ini, diantaranya konsumsi yang cukup mewah, sertifikat, goody bag, merchandise, dan yang paling spektakuler adalah adanya hadiah kesempatan magang di Tempo Media Group selama 3 bulan bagi satu orang pemenang workshop ini.

Tibalah hari pelaksanaan, di hari pertama workshop, peserta disambut oleh Bapak Pembantu Rektor 3 Undip, Bapak Warsito yang mengungkapkan bahwa sekarang ini semua hal tidak bisa lepas dari dunia digital. Bisa dibilang digitalisasi sudah masuk ke segala sektor kehidupan manusia. Beliau menilai workshop ini sangat tepat dilaksanakan untuk kalangan mahasiswa yang notabene adalah generasi yang lahir di era digital. Kemudian sambutan diberikan oleh Bapak Meggy sebagai salah satu Head of Marketing Communication Department dari Tempo Media Group. Beliau mengatakan bahwa untuk menjadi sebuah negara maju, sebuah bangsa paling tidak harus memiliki 2% UKM sebagai salah satu pilar penopang ekonomi mandiri masyarakat. Sementara itu, saat ini Indonesia hanya memiliki sekitar 1.6% UKM, hal ini tentu menjadi sebuah permasalahan yang harus sama-sama diselesaikan oleh semua pihak mulai dari Pemerintah, BUMN, Institusi Pendidikan, dan juga Masyarakat tentunya. Kemudian beliau mengaitkan hal tersebut dengan dunia digital dimana dengan adanya berbagai macam digital media yang berkembang sekarang ini, seharusnya UKM akan lebih mudah untuk mengembangkan sayap dan membantu perekonomian Indonesia untuk menjadi salah satu negara maju dari segi ekonomi.

Setelah mendapatkan sambutan tersebut, para peserta kemudian dibagi menjadi 3 kelas sesuai dengan nomor pendaftaran yang mereka dapatkan waktu registrasi ulang sebelum acara dimulai. Dengan pembagian kelas tersebut diharapkan peserta akan lebih fokus dan konsentrasi dalam menerima ilmu yang diberikan oleh pembicara. Salah satu kelas berisi mengenai Social Media Strategy yang membahas bagaimana penggunaan sosial media sekarang ini begitu mempermudah kehidupan bersosialisasi manusia yang menggunakannya. Tidak hanya itu, sosial media juga digunakan untuk menopang berbagai keperluan pemasaran yang diperlukan oleh sebuah organisasi. Media cetak seperti Tempo misalnya, pihak Tempo Media Group sendiri mengakui bahwa tidak mungkin di era sekarang ini mereka bertahan tanpa menggunakan Sosial Media sebagai salah satu sarana promosi kepada khalayak luas. Mereka mengungkapkan bahwa sosial media begitu terasa manfaatnya untuk memancing konsumen menggunakan media cetak sebagai produk utama dari Tempo Media Group. Sosial Media juga bisa menjadi sarana mendekatkan Tempo Media Group dengan konsumennya dengan lebih banyak interaksi yang terjadi. Mas @arifz_tempo selaku pembicara mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan pengguna Twitter paling banyak nomor 3 di dunia. Dan beliau juga menambahkan bahwa generasi kita sekarang ini adalah generasi Native Digital, dimana kita dilahirkan dan dibesarkan dalam era digital. Hal ini tentu saja menjadi suatu peluang dan gerbang yang bisa membuat kita untuk mengembangkan diri dan memasarkan apapun termasuk diri kita. Beliau menambahkan, bahkan jika kita tidak memiliki produk untuk dijual, branding diri di sosial media sekarang ini juga sangat penting untuk membentuk karakter kita di mata masyarakat.
Banyak lagi dampak sosial media yang kita rasakan sekarang ini, diantaranya sosial media bisa merubah suatu kebijakan karena aspirasi yang disampaikan lebih jujur lewat sosial media. Contohnya adalah “Gerakan Satu Juta Facebooker Dukung Bibit-Chandra” yang sempat booming beberapa tahun silam. Sosial media juga bisa digunakan untuk menyuarakan opini tentang suatu kejadian/isu yang sedang terjadi di masyarakat. Contohnya adalah adanya penggalangan koin untuk Prita Mulyasari yang seolah-olah menjadi kambing hitam oleh pihak salah satu Rumah Sakit.
Namun dari semua itu, Sosial Media memiliki satu kelemahan, yaitu keseragaman dan kesepakatan antara para pengguna sosial media bersifat hanya sementara. Bisa kita lihat setelah Prita bebas dari tuntutan, gerakan tersebut hilang tanpa bekas dan tidak terdengar lagi ada kesepahaman antar pengguna sosial media.

Selain hal-hal diatas, sosial media juga membuat isu bergulir jauh lebih cepat di masyarakat, apalagi isu yang menyangkut kepentingan publik dan hajat hidup orang banyak. Bahkan sekarang ini, pembicaraan di sosial media bisa menginspirasi media konvensional yang lebih besar seperti TV, Koran untuk mengangkat isu tersebut secara lebih serius.

Namun yang paling ditekankan dalam workshop ini adalah bagaimana kita sebagai anak muda bisa memanfaatkan berbagai macam fasilitas yang tersedia seperti sosial media dan internet untuk dapat mennghasilkan penghasilan dan bisa bermanfaat. Banyak contoh-contoh “jualan” yang sukses berkat sosial media, satu diantaranya adalah Keripik Pedas Maicih. Bisnis ini dimulai oleh seorang anak muda yang mengerti betul bahwa sosial media Twitter bisa digunakan untuk memberikan informasi dan menjadi salah satu media promosi yang mudah, murah, dan minim resiko. Jadilah sekarang bisnis ini begitu meledak, bahkan omzet yang didapat dalam sebulan bisa mencapai 4 Milyar rupiah. Kita diharapkan bisa mencontoh kreativitas pemilik bisnis ini, tentunya dengan ide orisinil kita sendiri. Maka dari itu, sebagai penutup workshop hari pertama, peserta diberikan tugas yang harus dikerjakan di rumah. Tugas tersebut adalah membuat ide bisnis yang menggunakan digital media sebagai cara pemasaran dengan kreativitas masing-masing.

Pada hari kedua pelaksanaan workshop Tempo Media Group, diisi dengan diskusi panel untuk mendiskusikan hasil dari ide-ide kreatif para peserta mengenai bisnis yang berkaitan dengan digital media. Diskusi dibuka dengan salah satu peserta mempresentasikan ide bisnisnya di hadapan seluruh peserta lain serta tiga orang komentator dari pihak Tempo Media Group. Salah satu peserta ada yang mempresentasikan ide yang cukup unik, yaitu ide untuk membuka bisnis Semarang Mystic Tour. Sebuah tur ke tempat-tempat yang dianggap angker di sekitar kota Semarang. Ide ini menurut para komentator merupakan ide yang cukup baru dan kreatif, hanya saja komentator memberi masukan jika ia ingin bisnisnya ini bisa berjalan lancar, maka ia harus menghindari direct selling dan menyusun strategi soft selling sebagai salah satu kekuatan promosi.

Setelah beberapa peserta mempresentasikan idenya, maka tibalah saat penjurian untuk memilih 5 peserta terbaik yang salah satu diantaranya akan mendapatkan kesempatan magang di Tempo Media Group selama 3 bulan termasuk akomodasi dan transportasi. Sementara para juri melakukan penilaian, peserta menikmati istirahat siang yang dibarengi dengan makan siang. Saat istirahat siang inilah peserta dihibur oleh penampilan salah satu band akustik dari ibukota yaitu @katakitakustik yang membawakan banyak lagu lokal maupun internasional. Para peserta tampak begitu menikmati hiburan ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang menyanyi bersama saat sebuah lagu berjudul Apalah (Arti Menunggu) dari Raisa dilantunkan. Bahkan ada peserta yang maju dan menyanyi bersama dengan band @katakitakustik di panggung.

Acara yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, pembacaan karya terbaik dan pemenang Workshop Tempo Media Group. Dan pada akhirnya terpilih satu orang yang dinobatkan sebagai pemenang workshop dengan ide terbaik yaitu Uswatun Hasanah Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fisip Undip angkatan 2011. Dia berhak mendapatkan kesempatan magang di Tempo Media Group selama 3 bulan.

Dan dengan dinobatkannya pemenang workshop ini, maka berakhir juga rangkaian Workshop Tempo Media Group selama 2 hari ini yang telah banyak memberikan ilmu dan manfaat bagi para peserta. Acara pun ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan pembagian sertifikat serta goody bag.

Nah itu tadi Comms review yang bisa kita berikan lewat postingan kali ini. Buat para peserta yang kemarin sudah berpartisipasi dalam event kita kali ini, kita ucapkan banyak terima kasih, dan semoga ilmu yang didapatkan bermanfaat untuk kedepannya. Sampai Jumpa di event HMJ Comm yang selanjutnya ya.
Dibawah ini ada sedikit galeri foto-foto dari event workshop kemarin yang bisa kamu lihat, Enjoy!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *